Kalumpang – Pagi itu, di ruangan sekretariat Pondok Pesantren Alkhairaat Kalumpang, Lutfi Soleman tampak bersemangat. Ia menunjukkan surat pengantar dari Dinas Pendidikan Kota Ternate, yang mencantumkan namanya, mengikuti seminar nasional di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 31 Oktober 2015. ā€œSaya melapor, besok (Kamis, 29/10-red) mau ke Malang mengikuti seminar,ā€ jelas Lutfi kepada staf di Sekretariat.

Seminar itu bertajuk ā€œMembangun Generasi Kreatif melalui Pembelajaran Bermaknaā€ bagian dari program TEQIP (Teachig Quality Improvement Program) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang dan PT. Pertamina. TEQIP telah dilaksanakan sejak 2010 silam. Tujuan utamanya, mempercepat peningkatan mutu guru di setiap daerah. Peserta yang diundang mengikuti seminar adalah Guru SD dan SMP di seluruh Indonesia yang karya ilmiahnya lolos seleksi.

Pak Upi, begitu para siswa sering menyapanya, termasuk guru yang produktif. Dia kembali terpilih mewakili Maluku Utara. Guru SD 04 Alkhairaat itu sudah dua kali mempresentasikan karya ilmiahnya, yakni pada 2012 dan 2014. ā€œIni penelitian saya yang ke tiga yang lolos ke ketingkat nasional,ā€ jelasnya.

Makalah yang akan dibawakan Pak Upi berjudul ā€œMeningkatkan Pemahaman Siswa tentang Foto Sintesis Memanfaatkan Lingkungan Sekolahā€.

Selain Pak Upi, dua guru yang juga diundang memaparkan hasil penelitiannya adalah Muhammad Karim, SD Islamiyah 3 Ternate. Karim meniliti bidang Matematika dengan  tema tulisan ā€œFactor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) melalui Model Pembelajaran Tutor Sebayaā€. Sementara Nenny Febriany Abdul Karim, SDN 48 Ternate, mengambil bidang IPA dengan tema tulisan ā€œPemanfaatan Media Audio-Visual pada Materi Alat Pencernaan Makanan Manusiaā€.  (t)